Tropodo, Krian – Upaya menjaga kesehatan masyarakat tidak hanya dimulai dari makanan yang dikonsumsi atau kebersihan lingkungan sekitar, tetapi juga dari udara yang setiap hari kita hirup. Berangkat dari pemahaman tersebut, pada hari ini Desa Tropodo menjadi lokasi kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh dosen-dosen Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya dengan tema "Pengendalian Pajanan PM2,5 dan PM serta Upaya Sanitasi Udara Dalam Ruangan (Indoor) di Pemukiman Sekitar Industri Tahu."
Kegiatan yang berlangsung di Desa Tropodo ini diikuti oleh warga, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat yang memiliki perhatian terhadap kesehatan lingkungan. Melalui seminar dan sesi diskusi interaktif, para peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kualitas udara, khususnya di lingkungan permukiman yang berada di sekitar aktivitas industri rumah tangga.
Dalam pemaparannya, tim dosen UNAIR menjelaskan bahwa PM2,5 merupakan partikel debu atau polutan berukuran sangat kecil yang dapat melayang di udara dan masuk hingga ke saluran pernapasan bagian dalam. Karena ukurannya yang sangat halus, partikel ini berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan apabila terpapar dalam jangka waktu yang lama.
Paparan PM2,5 dapat memengaruhi kesehatan pernapasan, meningkatkan risiko gangguan paru-paru, serta berdampak pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan riwayat penyakit tertentu.
Melalui kegiatan ini, warga diberikan pemahaman mengenai sumber-sumber polutan udara yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar, sekaligus langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko paparannya.
Selain membahas kualitas udara di lingkungan luar, seminar juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas udara di dalam rumah. Pasalnya, sebagian besar aktivitas masyarakat dilakukan di dalam ruangan, sehingga kondisi udara indoor memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan keluarga.
Beberapa upaya yang disampaikan dalam kegiatan tersebut antara lain:
Memastikan sirkulasi udara rumah berjalan dengan baik.
Membuka ventilasi secara rutin agar terjadi pertukaran udara.
Menjaga kebersihan ruangan dari debu dan partikel halus.
Mengurangi sumber asap di dalam rumah.
Menata lingkungan rumah agar lebih sehat dan nyaman untuk dihuni.
Materi yang disampaikan dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga peserta dapat langsung menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Universitas Airlangga dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi antara akademisi dan warga, berbagai ilmu pengetahuan yang berkembang di perguruan tinggi dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pemerintah Desa Tropodo menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kualitas udara sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat.
Udara memang tidak terlihat, namun dampaknya sangat nyata bagi kehidupan. Melalui kegiatan seminar dan edukasi ini, masyarakat diajak untuk melihat bahwa kesehatan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kebersihan jalan atau saluran air, tetapi juga kualitas udara yang setiap hari dihirup oleh seluruh anggota keluarga.
Diharapkan ilmu dan informasi yang diperoleh dari kegiatan Pengabdian Masyarakat Universitas Airlangga ini dapat menjadi bekal bagi warga Desa Tropodo untuk terus menjaga kesehatan lingkungan dan menciptakan hunian yang lebih sehat, nyaman, serta aman bagi generasi mendatang.
(Humas Desa Tropodo)