Tropodo, Krian – Suasana Balai Desa Tropodo pada Jumat malam, 13 Februari 2026, selepas salat Isya’, terasa berbeda dari biasanya. Bukan karena rapat atau agenda administrasi, melainkan karena aroma nasi tumpeng dan doa yang mengalun pelan menyatukan seluruh yang hadir dalam satu niat: menjaga desa tetap teduh, selamat, dan penuh keberkahan.
Pemerintah Desa Tropodo menggelar Ruwatan Desa sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan tradisi budaya yang telah mengakar di tengah masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa beserta perangkat desa, Ketua dan anggota RT/RW, BPD, LPMD, PKK, Karang Taruna, serta seluruh lembaga desa lainnya.
Ruwatan desa bukan sekadar acara seremonial. Ia adalah pengingat bahwa pembangunan fisik perlu diiringi dengan kekuatan batin dan kebersamaan. Dalam suasana khidmat, para tokoh masyarakat dan perangkat desa mengikuti rangkaian doa bersama sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Desa Tropodo dijauhkan dari marabahaya, perpecahan, serta segala bentuk kesulitan.
Balai desa malam itu bukan hanya tempat berkumpul, tetapi ruang silaturahmi yang hangat. Senyum, sapa, dan saling mendoakan menjadi jembatan yang menguatkan rasa persaudaraan antarwarga dan antar lembaga.
Di tengah ruangan, tumpeng tersaji sebagai simbol rasa syukur. Bentuknya yang mengerucut melambangkan harapan yang mengarah ke atas, sementara lauk-pauknya menjadi perlambang keberagaman warga yang tetap satu dalam tujuan.
Prosesi pemotongan tumpeng dilakukan secara simbolis oleh Kepala Desa dan diberikan kepada perwakilan tokoh masyarakat sebagai tanda kebersamaan serta komitmen untuk terus membangun Desa Tropodo secara gotong royong.
Kehadiran seluruh RT, RW, dan lembaga desa dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa Desa Tropodo dibangun dengan kolaborasi. Tidak ada pembangunan yang berdiri sendiri. Semua bergerak bersama, dari tingkat lingkungan hingga pemerintahan desa.
Momentum ruwatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama, bahwa tantangan ke depan akan selalu ada. Namun dengan komunikasi yang baik, koordinasi yang solid, dan niat yang lurus, setiap tantangan dapat dihadapi dengan kepala tegak.
Melalui Ruwatan Desa ini, Pemerintah Desa Tropodo berharap tercipta suasana desa yang semakin rukun, aman, dan kondusif. Tradisi ini diharapkan terus menjadi pengingat bahwa desa bukan hanya kumpulan rumah dan jalan, melainkan rumah besar bagi seluruh warganya.
Dengan doa yang dipanjatkan bersama dan kebersamaan yang terus dijaga, Desa Tropodo melangkah ke tahun 2026 dengan keyakinan baru: pembangunan berjalan, persaudaraan tetap kokoh.